Pengkodean Data
Untuk pensinyalan digital, sumber data yang dapat berbentuk
digital maupun analog dikodekan menjadi bentuk sinyal digital. Bentuk sinyal
tergantung pada teknik pengkodean. Tujuan pengkodean adalah untuk
optimalisasi media yang akan digunakan untuk transmisi.
Data digital merupakan bentuk paling sederhana dari pengkodean
digital. Dari data digital ditetapkan satu level voltase untuk biner 1 dan level
voltase lainnya untuk biner 0. Sebuah modem mengubah data digital
menajdi sinyal analog sehingga dapat ditransmisikan sepanjang saluran
analog. Teknik dasarnya adalah Amplitude-Shift Keying (ASK), Frequency-
Shift Keying (FSK) dan Phase-Shift Keying (PSK). Ketiganya mengubah satu
karakter atau lebih suatu frekuensi pembawa agar bisa menampilkan data
biner.
Dasar pensinyalan analog adalah sinyal frekuensi-konstan kontinu
yang disebut sebagai pembawa sinyal (carrier). Frekuensi dari sinyal
pembawa dipilih agar sesuai dengan media transmisi yang akan digunakan.
Data ditransmisikan melalui sinyal pembawa dengan cara modulasi. Modulasi
adalah proses pengkodean data dengan sinyal pembawanya. Semua teknik
modulasi melibatkan operasi pada satu atau lebih parameter sinyal, yaitu :
amplitudo, frekuensi dan fase. Sinyal pemodulasi disebut sinyal baseband.
Hasil dari modulasi sinyal pembawa disebut sinyal termodulasi.
Data analog, misalnya suara dan video, diubah menjadi bentuk digital
agar mampu menggunakan fasilitas transmisi digital. Teknik yang paling
sederhana adalah Pulse Code Modulation (PCM), yang melibatkan
pengambilan sample analog secara periodik dan mengkuantisasi sample.
Data analog dimodulasi oleh suatu frekuensi pembawa agar menghasilkan
sinyal analog dalam band frekuensi yang berlainan yang dapat digunakan
pada sistem transmisi analog. Teknik dasar untuk ini adalah Amplitude
Modulation (AM), Frequency Modulation (FM) dan Phase Modulation (PM).
Berikut merupakan beberapa istilah yang sering digunakan dalam
pengkodean data, yaitu :
Rate modulasi, adalah rate dimana level sinyal berubah,
dinyatakan dalam baud, yang berarti elemen-elemen sinyal per
detik.
Rate pensinyalan data (rate data) suatu sinyal adalah rate
dimana data ditransmisikan, ditunjukkan dalam bit per detik.
Durasi atau panjang bit adalah jumlah waktu yang diambil
transmitter untuk memancarkan bit; untuk rate R, durasi bitnya
adalah 1/R.
Skema pengkodean adalah pemetaan sederhana mulai dari bit-bit data
sampai menjadi elemen sinyal. Perbedaan tiap-tiap skema pengkodean
didasarkan atas hal-hal sebagai berikut.
• Spektrum sinyal. Beberapa aspek spektrum sinyal, seperti
komponen-komponen berfrekuensi tinggi, komponen dc, dan sifatsifat
spektrum sinyal, sangat menentukan kualitas sinyal yang
ditransmisikan. Kode-kode dirancang untuk tujuan pembentukan
spektrum sinyal yang akan ditransmisikan.
• Clocking. Dengan menentukan permulaan dan akhir bit dengan
benar akan mempengaruhi mekanisme sinkronisasi terhadap sinyal
yang ditransmisikan.
• Pendeteksian error.
• Kekebalan terhadap derau/noise dan interferensi sinyal.
• Biaya dan kelengkapan. Biasanya, semakin tinggi rate pensinyalan
dalam tujuannya mendapatkan rate data tertentu, biayanya
semakin besar.
Teknik Encoding
A. DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
Sinyal digital merupakan deretan pulsa terputus-putus dengan ciri
tersendiri pada masing-masingnya.
Non Return to Zero (NZR)
Yang paling umum dan paling mudah dalam mentransmisikan sinyalsinyal
digitak adalah dengan menggunakan dua tingkat voltase yang
berlainan untuk dua digit biner.
Variasi dari NRZ, yaitu NRZ-I (Non Return to Zero, Inverted on ones).
Seperti NRZ-L, NRZ-I mempertahankan pulsa voltase konstan untuk durasi
waktu bit. Bedanya, data-data ditandai saat ada/tidaknya transisi sinyal pada
permulaan waktu bit, misalnya adanya transisi dari tegangan tinggi ke
tegangan rendah atau tegangan rendah ke tinggi pada permulaan waktu
menunjukkan biner 1 untuk waktu bit tersebut; tanpa transisi menunjukkan
biner 0.
Kelemahan sinyal-sinyal NRZ adalah keberadaan komponen dc dan
kurangnya kemampuan sinkronisasi. Kode NRZ umumnya digunakan untuk
perekaman mahnetik digital dikarenakan kesederhanaan dan dan
karakteristik respons frekuensi rendahnya.
Multilevel Biner
Golongan teknik-teknik pengkodean yang disebut multilevel biner
diarahkan untuk mengatasi ketidakefisienan kode-kode NZR. Kode-kode ini
menggunakan lebih dari dua level sinyal. Teknik multilevel biner antara lain
Bipolar AMI (Alternate Mark Inversion) dan pseudoternary.
Pada teknik bipolar, keadaan non sinyal menunjukkan biner 0,
sedangkan biner 1 ditampilkan melaui pulsa positif atau negatif. Pulsa biner 1
terus berganti-ganti polaritasnya.
Sebaliknya, pada teknik pseudoternari menggunakan keadaan
ketiadaan sinyal sebagai biner 1 dan biner 0 dikodekan sebagai pulsa yang
berganti-ganti dari negatif dan positif.
Bifase
Teknik pengkodean yang dikelompokkan dalam bifase bertujuan
mengatasi keterbatasan kode-kode NRZ. Contoh dari teknik ini yaitu
Manchester dan Diffrential Manchester. Pada kode Manchester, terdapat
transisi di tengah-tengah setiap perioda bit. Transisi tersebut bermanfaat
sebagai mekanisme detak (clock) dan sekaligus sebagai data transisi rendah
ke tinggi yang menggambarkan biner 1. Sedangkan transisi tinggi ke rendah
menggambarkan biner 0.
Pada Differensial Manchester, transisi pertengahan bit hanya
digunakan untuk menyediakan detak. Pengkodean untuk biner 0
digambarkan melalui keberadaan transisi pada permulaan perioda bit. Skema
bifase memiliki beberapa keuntungan, antara lain :
Kemudahan sinkronisasi
Tidak adanya komponen dc
Pendeteksian kesalahan
Bandwidth untuk kode-kode bifase agak sempit akan tetapi masih
lebih lebar daripada bandwidth untuk kode-kode biner multilevel.
B. Data Analog, Sinyal Digital
Perangkat yang digunakan untuk mengubah data analog menjadi
bentuk digital dan melindungi data analog yang asli dari kondisi digital
disebut dengan Codek (Coder-Decoder).
Modulasi Kode Pulsa (Pulse Code Mudulation)
Pulse Code Modulation )PCM) didasarkan atas teori sampling yang
menyatakan :
Bila suatu sinyal f(t) disampel dengan interval yang teratur dan pada rate
yang dua kali lebih tinggi daripada frekuensi sinyal tertinggi, maka sampel
tersebut akan memuat segala informasi dari sinyal yang asli. Fungsi f(t) bisa
direkonstruksi dari sampel-sampel ini dengan penggunaan low pass filter.
Pada PCM, data analog di sample untuk dikarakterisasi dan disebut
sebagai Pulse Amplitudo Modulation. Untuk mengubahnya menjadi sinyal
digital, masing-masing sample analog tersebut harus ditandai dengan suatu
kode biner dan menjadi sinyal digital.
Delta Modulation
Alternatif selain PCM adalah Delta Modulation. Dengan DM, suatu input
analog didekati melalui fungsi tangga yang bergerak naik/turun dengan satu
level kuantisasi pada setiap interval sampling. Pada dasarnya, aliran bit lebih
dihasilkan dari pendekatan derivative sinyal analog dari amplitudonya.
Transisi yang terjadi di setiap interval pengambilan sampel dipilih
sedemikian sehingga fungsi tangga melintas sedekat mungkin terhadap
bentuk gelombang analog yang asli. Pada setiap waktu pengambilan sampel,
input analog dibandingkan dengan nilai yang terbaru dari fungsi tangga
pendekatan. Bila amplitudo sampel melebihi nilai fungsi, diperoleh biner 1,
sebaliknya, diperoleh biner 0.
C. Data Digital, Sinyal Analog
Teknik-teknik Pengkodean
Modulasi dipengaruhi oleh satu atau lebih dari 3 karakteristik sinyal
pembawa, yaitu amplitudo, frekuensi dan fase. Tiga dasar pengkodean yang
menggunakan ketiga karakteristik ini adalah :
Amplitudo-shift keying
Frequency-shift keying
Phase-shift keying
Teknik ASK digunakan untuk mentransmisikan data digital sepanjang serat
optik.
Pada FSK, dua nilai biner ditunjukkan oleh dua frekuensi yang berbeda di
dekat frekuensi pembawa. Sinyal yang dihasilkan adalah
s t A ( f t) 1 ( ) = cos 2π untuk biner 1
s t A ( f t) 2 ( ) = cos 2π untuk biner 0
Dengan f1 dan f2 merupakan peyeimbang khusus dari frekuensi pembawa fc
namun dalam jumlah yang berlawanan. Transisi FSK, misalnya digunakan
untuk operasi full duplex sepanjang jalur telepon.
D. Data Analog, Sinyal Analog
Modulasi didefinisikan sebagai proses menggabungkan suatu sinyal
input dengan sinyal pembawa frekuensi agar menghasilkan sebuah sinyal
yang baru. Alasan dilakukannya modulasi, adalah :
Diperlukan frekuensi yang lebih tinggi agar transmisi yang
dilakukan lebih efektif.
Diperbolehkannya frequency-division multiplexing.
Teknik utama modulasi menggunakan data analog, yaitu Amplitudo
Modulation, Frequency Modulation dan Phase Modulation.
Amplitudo Modulation
AM adalah bentuk modulasi yang paling sederhana. Dasar yang
dipakai adalah perkalian sinyal input dengan pembawanya. Suatu sinyal
pembawa perlu menyediakan mekanisme detak untuk mengetahui waktu
kedatangan bit. Hal ini diperlukan agar receiver tahu titik permulaan masingmasing
bit agar dapat mengartikan data dengan benar.
Frequency Modulation dan Phase Modulation
FM dan PM merupakan kasus khusus mengenai sudut modulasi. Sinyal
yang dimodulasi dinyatakan sebagai
s(t) A cos[2 f t (t)] c c = π +φ
Untuk PM, fasenya sebanding dengan sinyal pemodulasi :
(t) n m(t) p φ =
Dengan np adalah indeks modulasi fase.
Sedangkan untuk FM, diperoleh fase yang sebanding dengan sinyal modulasi,
yaitu :
(t) n m(t) t φ =
Dengan nt adalah indeks modulasi frekuensi.
Perbedaannya dengan AM yaitu diperlukan bandwidth yang lebih besar
untuk transmisi.
Quadrature Amplitude Modulation
QAM merupakan teknik pensinyalan analog yang digunakan dalam
ASDL. Teknik ini merupakan kombinasi dari modulasi amplitudo dan
modulasi fase. Pada QAM, dua sinyal yang terpisah (independent) secara
serempak ditransmisikan sepanjang media yang sama. Pada receiver, dua
sinyal dimodulasikan kembali dan hasilnya dikombinasikan agar
menghasilkan input biner yang asli.
Biner 0 ditampilkan melalui ketiadaan gelombang dari sinyal
pembawa, sedangkan biner 1 ditampilkan melalui keberadaan gelombang
pembawa pada amplitudo yang konstan.
Kamis, 03 Mei 2012
Rabu, 02 Mei 2012
SNR (Signal-to-noise ratio) atau yang sering disingkat SNR atau S/N adalah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level). Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi. Makin besar nilai SNR,
makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula
kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data &
sinyal dalam kecepatan tinggi.
http://uchup22.blogspot.com/2012/04/pengertian-error-rate-noise.html
http://uchup22.blogspot.com/2012/04/pengertian-error-rate-noise.html
Data Rates Pengenalan
Itu fakta yang terkenal bahwa video digital biasanya membutuhkan sejumlah besar ruang hard drive. Namun, kadang-kadang sulit untuk menentukan seberapa banyak ruang yang Anda butuhkan. Tergantung pada format video, jumlah ruang yang diperlukan dapat sangat bervariasi. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menghitung kecepatan data dan ukuran file, semoga menghilangkan kebingungan pada subjek.
Apa yang dimaksud dengan Data Rate?
Cukup sederhana, data rate adalah tingkat di mana informasi yang ditransfer. Hal ini dinyatakan dalam [jumlah informasi] per [satuan waktu]. Sebagai contoh, jenis umum data rate yang digunakan saat menjelaskan kecepatan dari sebuah hard drive adalah Megabyte / detik. Contoh lain akan menjadi kilobit / detik, yang sering digunakan dengan file audio terkompresi. Setelah Anda menentukan data rate di mana informasi Anda sedang ditransfer, maka ada kemungkinan untuk mengetahui berapa banyak ruang hard drive Anda harus menyimpan video.
Bitrate Berbasis Format
KB berbasis format yang paling sederhana ketika datang untuk menghitung ukuran file. Hal ini karena 'bitrate' sebenarnya adalah data rate. Secara khusus, bitrate adalah data rate yang ditentukan dalam hal [jumlah bit] / [satuan waktu].
Format populer Banyak menyimpan data dalam hal bitrate a. Beberapa contoh termasuk DV, MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, RealMedia, dan Windows Media. (Catatan:.. Beberapa format mendukung bitrate variabel dan berbasis kualitas pengkodean Namun, selama Anda tahu bitrate rata-rata, Anda dapat menggunakannya untuk menghitung ukuran file)
http://neuron2.net/LVG/ratesandsizes.html#appendix
Itu fakta yang terkenal bahwa video digital biasanya membutuhkan sejumlah besar ruang hard drive. Namun, kadang-kadang sulit untuk menentukan seberapa banyak ruang yang Anda butuhkan. Tergantung pada format video, jumlah ruang yang diperlukan dapat sangat bervariasi. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menghitung kecepatan data dan ukuran file, semoga menghilangkan kebingungan pada subjek.
Apa yang dimaksud dengan Data Rate?
Cukup sederhana, data rate adalah tingkat di mana informasi yang ditransfer. Hal ini dinyatakan dalam [jumlah informasi] per [satuan waktu]. Sebagai contoh, jenis umum data rate yang digunakan saat menjelaskan kecepatan dari sebuah hard drive adalah Megabyte / detik. Contoh lain akan menjadi kilobit / detik, yang sering digunakan dengan file audio terkompresi. Setelah Anda menentukan data rate di mana informasi Anda sedang ditransfer, maka ada kemungkinan untuk mengetahui berapa banyak ruang hard drive Anda harus menyimpan video.
Bitrate Berbasis Format
KB berbasis format yang paling sederhana ketika datang untuk menghitung ukuran file. Hal ini karena 'bitrate' sebenarnya adalah data rate. Secara khusus, bitrate adalah data rate yang ditentukan dalam hal [jumlah bit] / [satuan waktu].
Format populer Banyak menyimpan data dalam hal bitrate a. Beberapa contoh termasuk DV, MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, RealMedia, dan Windows Media. (Catatan:.. Beberapa format mendukung bitrate variabel dan berbasis kualitas pengkodean Namun, selama Anda tahu bitrate rata-rata, Anda dapat menggunakannya untuk menghitung ukuran file)
http://neuron2.net/LVG/ratesandsizes.html#appendix
Sabtu, 28 April 2012
kelas ip address 32 bit dan 128 bit (IPv 4 & IPv 6)
Dalam suatu jaringan computer dikenal sebuah nama yang disebut protocol, yang mengatur suatu node berkomunikasi dengan node lainnya. Protokol menjadi sebuah penerjemah bahasa antar computer dalam suatu jaringan. Secara nasional standarisasi protocol yang digunakan dikenal dengan nama TCP/IP. Dengan adanya TCP/IP ini berbagai hardware computer serta Sistem Operasi dapat berkomunikasi.
Internet Protokol merupakan induk dari TCP/IP, semua data-data yang di olah pada layer diatasnya diolah di bagian ini. Versi IP yang paling banyak digunakan saat ini adalah IP versi 4.
Perkembangan internet yang sangat pesat saat ini menyebabkan alokasi pengalamatan IP berkurang, terutama IP yang legal. Hal ini dikarenaan model pengalamatan pada IPv4( IP version 4) hanya sepanjang 32 bit. Untuk menangani masalah ini maka maka IETF memunculkan versi terbaru IP yaitu IPv6(IP version 6). Pada IPv6, panjang alamat terdiri dari 128 bit sedangkan IPv4 hanya 32 bit. sehingga IPv6 mampu menyediakan alamat sebanyak 2^128 [2 pangkat 128] atau 3X10^38 alamat, sedangkan IPv4 hanya mampu menyediakan alamat sebanyak 2^32 atau 4,5X10^10 alamat.
Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 yang saya coba cari di Internet antara lain terletak pada :
1. Pada struktur pengalamatan
#IPv4
pengalamatan IPv4 menggunakan 32 bit yang setiap bit dipisahkan dengan notasi titik.
notasi pengalamatan IPv4 adalah sebagai berikut:
XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX dimana setiap simbol X digantikan dengan kombinasi bit 0 dan 1.misalnya:
10000010.11001000.01000000.00000001 (dalam angka biner) yang dikonversi menjadi bentuk 4 desimal menjadi 130.200.127.254
#IPv6
Notasi alamat IPv6 adalah sebagai berikut:
X:X:X:X:X:X:X:X
Jika dalam bentuk biner ditulis sebagai berikut:
1111111001111000:0010001101000100:1011111001000001:1011110011011010:
0100000101000101:0000000000000000:0000000000000000:0011101000000000
Yang dikonversi menjadi kombinasi 4 bilangan heksadesimal dipisahkan dengan simbol titik dua [:]. untuk contoh diatas dapat ditulis sbb:
FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A
contoh lain apabila terdapat alamat yang 0 i:
8088:0:0:0:0:0:4508:4545 ——–>8088::4508:4545
2. Sistem Pengalamatan
#IPv4
Pada IPv4 mode pengalamatan dibagi kedalam 5 kelas yaitu
1. Kelas A : range 1-126
2. Kelas B : range 128-191
3. kelas C : range 192-223
4. kelas D : range 224-247
5. kelas E : range 248-255
Dari kelima kelas alamat diatas, jenis alamat yang sering dipakai adalah alamat kelas A,B,C alamat kelas D biasanya digunakan untuk keperluan multicasting dan kelas E untuk keperluan Experimental. Pada IPv4 dikenal juga istilah subnet mask yaitu angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dan host ID, menunjukkan letak suatu host berada dalam satu jaringan atau lain jaringan.
#IPv6
Pada IPv6 tidak dikenal adanya istilah pengkelasan. IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatanyaitu: Unicast, Anycast dan Multicast. Alamat unicast yaitu alamat yang menunjuk pada sebuah alamat antarmuka atau host, digunakan untuk komunikasi satu lawan satu. Pada alamat unicast dibagi 3 jenis lagi yaitu: alamat link local, alamat site local dan alamat global.
Alamat anycast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini akan dikirimkan ke salah satu alamat antarmuka yang paling dekat dengan router. alamat anycast tidak mempunyai alokasi khusus, karena jika beberapa node/interface diberikan prefix yang sama maka alamat tersebut sudah merupakan alamat anycast.
Alamat multicast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya untuk node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini maka akan dikirimkan ke semua interface yang ditunjukkan oleh alamat ini. Alamat multicast ini didesain untuk menggantikan alamat broadcast pada IPv4 yang banyak mengkonsumsi bandwidth.
http://tcp.841107.n3.nabble.com/IPv4-dan-IPv6-td941886.html
Internet Protokol merupakan induk dari TCP/IP, semua data-data yang di olah pada layer diatasnya diolah di bagian ini. Versi IP yang paling banyak digunakan saat ini adalah IP versi 4.
Perkembangan internet yang sangat pesat saat ini menyebabkan alokasi pengalamatan IP berkurang, terutama IP yang legal. Hal ini dikarenaan model pengalamatan pada IPv4( IP version 4) hanya sepanjang 32 bit. Untuk menangani masalah ini maka maka IETF memunculkan versi terbaru IP yaitu IPv6(IP version 6). Pada IPv6, panjang alamat terdiri dari 128 bit sedangkan IPv4 hanya 32 bit. sehingga IPv6 mampu menyediakan alamat sebanyak 2^128 [2 pangkat 128] atau 3X10^38 alamat, sedangkan IPv4 hanya mampu menyediakan alamat sebanyak 2^32 atau 4,5X10^10 alamat.
Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 yang saya coba cari di Internet antara lain terletak pada :
1. Pada struktur pengalamatan
#IPv4
pengalamatan IPv4 menggunakan 32 bit yang setiap bit dipisahkan dengan notasi titik.
notasi pengalamatan IPv4 adalah sebagai berikut:
XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX dimana setiap simbol X digantikan dengan kombinasi bit 0 dan 1.misalnya:
10000010.11001000.01000000.00000001 (dalam angka biner) yang dikonversi menjadi bentuk 4 desimal menjadi 130.200.127.254
#IPv6
Notasi alamat IPv6 adalah sebagai berikut:
X:X:X:X:X:X:X:X
Jika dalam bentuk biner ditulis sebagai berikut:
1111111001111000:0010001101000100:1011111001000001:1011110011011010:
0100000101000101:0000000000000000:0000000000000000:0011101000000000
Yang dikonversi menjadi kombinasi 4 bilangan heksadesimal dipisahkan dengan simbol titik dua [:]. untuk contoh diatas dapat ditulis sbb:
FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A
contoh lain apabila terdapat alamat yang 0 i:
8088:0:0:0:0:0:4508:4545 ——–>8088::4508:4545
2. Sistem Pengalamatan
#IPv4
Pada IPv4 mode pengalamatan dibagi kedalam 5 kelas yaitu
1. Kelas A : range 1-126
2. Kelas B : range 128-191
3. kelas C : range 192-223
4. kelas D : range 224-247
5. kelas E : range 248-255
Dari kelima kelas alamat diatas, jenis alamat yang sering dipakai adalah alamat kelas A,B,C alamat kelas D biasanya digunakan untuk keperluan multicasting dan kelas E untuk keperluan Experimental. Pada IPv4 dikenal juga istilah subnet mask yaitu angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dan host ID, menunjukkan letak suatu host berada dalam satu jaringan atau lain jaringan.
#IPv6
Pada IPv6 tidak dikenal adanya istilah pengkelasan. IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatanyaitu: Unicast, Anycast dan Multicast. Alamat unicast yaitu alamat yang menunjuk pada sebuah alamat antarmuka atau host, digunakan untuk komunikasi satu lawan satu. Pada alamat unicast dibagi 3 jenis lagi yaitu: alamat link local, alamat site local dan alamat global.
Alamat anycast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini akan dikirimkan ke salah satu alamat antarmuka yang paling dekat dengan router. alamat anycast tidak mempunyai alokasi khusus, karena jika beberapa node/interface diberikan prefix yang sama maka alamat tersebut sudah merupakan alamat anycast.
Alamat multicast adalah alamat yang menunjukkan beberapa interface (biasanya untuk node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke alamat ini maka akan dikirimkan ke semua interface yang ditunjukkan oleh alamat ini. Alamat multicast ini didesain untuk menggantikan alamat broadcast pada IPv4 yang banyak mengkonsumsi bandwidth.
http://tcp.841107.n3.nabble.com/IPv4-dan-IPv6-td941886.html
Jumat, 27 April 2012
Guided Transmission Media and Unguided Transmission Media
Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP), dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan.
Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu :
1. Kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.
Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.
Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index.
Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar.
Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini.
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi

http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=1024&bih=461&q=guided+media
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Satelit
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.
Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial.
Kekurangannya satelit adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.
Gelombang radio
Gelombang radio adalah media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi. Untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.
Inframerah
Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=1024&bih=461&q=unguided+media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP), dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan.
Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu :
1. Kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.
Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.
Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index.
Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar.
Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini.
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=1024&bih=461&q=guided+media
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Satelit
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.
Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial.
Kekurangannya satelit adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.
Gelombang radio
Gelombang radio adalah media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi. Untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.
Inframerah
Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
BER (Bit Error Rate)
Bit error rate atau Bit error ratio biasa disingkat dengan BER, merupakan sejumlah bit digital
bernilai tinggi pada jaringan transmisi yang ditafsirkan sebagai
keadaan rendah atau sebaliknya, kemudian dibagi dengan sejumlah bit yang
diterima atau dikirim atau diproses selama beberapa periode yang telah
ditetapkan.
Sebagai contoh, diasumsikan berikut ini urutan bit yang ditransmisikan:
0 1 1 0 0 0 1 0 1 1,
dan pada alat penerima akan menterjemahkan urutan bit sebagai berikut:
0 0 1 0 1 0 1 0 0 1,
Maka BER pada kasus ini ada 3 kesalahan penafsiran bit (yang digaris bawah) kemudian sebagai nilai BER yang dihasilkan adalah nilai kesalahan ini dibagi dengan sejumlah bit yang kirim yaitu 10 bit, sehingga didapatkan 0.3 atau 30%.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bit_error_rate
Sebagai contoh, diasumsikan berikut ini urutan bit yang ditransmisikan:
0 1 1 0 0 0 1 0 1 1,
dan pada alat penerima akan menterjemahkan urutan bit sebagai berikut:
0 0 1 0 1 0 1 0 0 1,
Maka BER pada kasus ini ada 3 kesalahan penafsiran bit (yang digaris bawah) kemudian sebagai nilai BER yang dihasilkan adalah nilai kesalahan ini dibagi dengan sejumlah bit yang kirim yaitu 10 bit, sehingga didapatkan 0.3 atau 30%.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bit_error_rate
ASCII
Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 0000 0000 hingga 1111 1111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.
http://id.wikipedia.org/wiki/ASCII
http://id.wikipedia.org/wiki/ASCII
Langganan:
Postingan (Atom)